PAWANG BUAYAWATI
Udah lama gw pengen nulis ini. Wel... agak aneh juga gw mulai untuk in relationship, masih ada yang bertanya-tanya? tanyalah, dan jawab sendiri mengapa, mungkin gw lebih butuh jawaban kalian daripada pertanyaan kalian yang isinya kenapa gw mulai memilih in relationship..
Untuk mencari tumbalkah?
atau kamuflasekah?
Saat gossip yang bukan hanya gossip itu menyebar (gossip gw in relationship), teman2 gw malah bertanya, "sama yang mana?"
Atau "hah, sama yang itu? bukannya lo kemarin dianterin pulang sama A***** ?
Atau, " Hah, eta co kemaren bukan co na?"
malah ada yang mengajak gw gabung ke dalam komunitas buayawati.
Btw... LPP juga komunitas buaya wati loh, walau banyak yang sudah punya pawang..
Pawang? apakah definisi pawang adalah penjinak?
Kalau itu definisinya, mungkin, buayawati yang satu ini gak akan punya pawang dalam ranah cinta-cintaan. (halah basanya mulai nyampah)..
kasian pawangnya diterkam mulu, mana pawangnya canggungan lagi, mangsa empuk nih...
tapi dalam urusan yang lain, bolehlah...
Pawang gw yang satu ini cukup ampuh untuk menurunkan sedikit ego gw, buktinya adalah gw mau nerima dia yang baru dekat beberapa mingu ajah.
Mungkin juga pawang gw juga seorang kadal, jadi berasa enak aja kalau bermain-main dengan sesama makhluk liar.
Hohohoho....
Gw mau cerita dulu tentang kisah si buaya dengan pawangnya...
Pawang buaya yang satu ini mungkin juga bukan yang terbaik diantara yang lainnya, tapi si buaya tertarik dengan kecanggungannya yang alami, dan semua kesederhanaan yang ada dari calon pawang yang baru saja mengajukan lamaran untuk berprofesi sebagai pawang buaya.
Awalnya dia berpikir untuk menjadikan laki-laki itu mangsa empuk.
Namun, ketika si buaya terluka, laki-laki itu berusaha menyembuhkan lukanya, menyuapi makanan ke mulut si buaya yang mungkin saja bisa langsung melahap tangannya.
Si buaya berpikir, jika aku besok sembuh, aku akan makan kenyang, makan anak manusia yang canggung dan malu-malu itu...
dia terus berpikir seperti itu, hingga akhirnya ia sembuh...
saat sembuh, si buaya malah ingin sakit selamanya, sehingga laki-laki itu ada di sampingnya.
karena dia berpikir, jika ia sehat, ia akan melukai laki-laki itu....
Si buaya takut sekali bila melihat laki-laki itu sakit karenanya, tapi dia ingin tetap ada di sampingnya...
Akhirnya, si buaya betina angkuh, sok, dan keas kepala dan jago memanipulasi kondisi ini (entah bagaimana caranya buaya bisa negosiasi dan mengatur situasi), mengatur rencana untuk menjadikan laki-laki itu menjadi pawang buaya.
si buaya tahu, laki-laki itu pasti akan menjadi pawang buaya untuknya, namun, itu hanya soal waktu.
untuk buaya, waktulah yang menjadi soal,
Dekat dengannya tanpa statusnya yang bukan pawangnya, akan menyalakan insting kebuayawatiannya dan memakan laki-laki itu bulat2.
Dan si buaya takut akan hal itu (halah, ini buaya cukup plin-plan apa kepribadian ganda yak ?)
tanpa di duga si buaya, laki-laki itu melamar menjadi pawang buaya di kandangnya yang hanya berisi 1 buayawati, buaya itu sendiri
Buaya itu cukup kaget dan senang, karena menurut perkiraannya, laki-laki itu akan menjadi pawangnnya sekitar 1 atau 2 minggu lagi.
Cerita berakhir sampai dengan hari-hari menyenangkan si buaya dengan pawangnya, yang mungkin saja bisa jadi mangsa empuknya jika dia hilaf....
....its happy ending isn` it?..
yah, itulah fabel gw tentang buayawati dan pawangnya, Kayak cerita klasik Russia "Anak Kuda Bungkuk" yah?
Mungkin saja ini jadi jawaban kenapa gw memilih in relationship, dan semoga dapat menjadi inspirasi buayawati lain...
Ps: buayawati terlahir sebagai buayawati....
Ada pesan juga dari temen gw yang baca tulisan ini sebelum gw post di blog gw :
" NYAMPAH LO DIF, TULISANLO YANG PALING GAK JELAS YANG GW BACA"
